Ini Skema Pemangkasan Tanjakan Depan RSUD Bontang

Design skema pemangkasan tanjakan depan RSUD Bontang

UPDATEINDONESIA.COM- Skema pemangkasan tanjakan depan RSUD Bontang masih dalam tahap kajian. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mengonfirmasi bahwa proses desain sedang berlangsung di Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (P2JN). Proses ini melibatkan berbagai studi teknis dan analisis mendalam untuk memastikan solusi terbaik yang dapat diterapkan.

Menurut BBPJN Kalimanan Timur, tahap perencanaan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini dan segera diusulkan penganggarannya untuk tahun 2025. “Keterbatasan anggaran yang masih terfokus pada proyek Ibu Kota Negara (IKN) membuat beberapa proyek lainnya harus menunggu giliran,” demikian pernyataan resmi BBPJN Kalimantan Timur, Rabu (31/7/2024).

Tanjakan depan RSUD Bontang dikenal dengan gradien jalan yang tinggi, antara 11% hingga 16,52%. Kondisi ini sering kali menjadi lokasi kecelakaan, terutama pada simpang empat yang berada di kawasan tersebut. Kecelakaan yang sering terjadi di daerah ini menimbulkan kekhawatiran banyak pihak dan keluhan pengguna jalan. Karena itu, solusi komprehensif dan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini.

BBPJN menjelaskan bahwa untuk mengatasi permasalahan ini, beberapa alternatif sedang dipertimbangkan dari segi teknis, keamanan, estetika, dan biaya. Program penanganan mencakup penurunan gradien jalan utama, penambahan box atau jembatan untuk kendaraan tipe sedang, serta penambahan jalur frontage. Solusi ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus memperbaiki estetika lingkungan sekitar.

Penurunan gradien jalan utama merupakan langkah penting untuk mengurangi tingkat kemiringan yang terlalu tinggi. Dengan gradien yang lebih landai, diharapkan kendaraan dapat melaju dengan lebih aman dan stabil. Selain itu, penambahan box atau jembatan untuk kendaraan tipe sedang juga akan memberikan jalur alternatif yang lebih aman, terutama bagi kendaraan yang tidak mampu menanjak.

BBPJN juga mempertimbangkan penambahan jalur frontage yang dapat digunakan oleh kendaraan yang bergerak lambat. Jalur ini akan membantu mengurangi kemacetan dan meningkatkan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.

“Implementasi proyek ini sangat bergantung pada kesiapan lahan, karena perluasan jalan akan memerlukan tambahan ruang di sisi kiri dan kanan jalan eksisting. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemilik lahan sekitar sangat penting untuk memastikan kelancaran proses ini,” demikian keterangan BBPJN Kalimantan Timur . (*)