
UPDATEINDONESIA.COM - Upaya digitalisasi pelayanan publik di Kutai Timur (Kutim) kini semakin diarahkan hingga ke akar pemerintahan desa.
Pemerintah daerah menempatkan penguatan jaringan internet sebagai prioritas utama, terutama pada kantor-kantor desa yang menjadi pusat aktivitas administratif masyarakat.
Menurut Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, kantor desa harus menjadi lokasi pertama yang menikmati koneksi stabil.
Pasalnya, hampir seluruh urusan warga mulai dari dokumen kependudukan hingga pengelolaan data pemerintahan berjalan melalui lembaga tersebut.
Ronny pun menegaskan bahwa langkah ini dilakukan agar pelayanan publik desa dapat bekerja lebih cepat, akurat, dan efisien.
BACA JUGA : Kutim Bangun Fondasi Digital: Penguatan Internet Jadi Langkah Awal Menuju Smart City
"Saat ini, dari total 141 desa, hampir seluruhnya telah terhubung dengan jaringan internet aktif. Hanya dua desa yang masih menunggu penyelesaian instalasi terakhir," ungkapnya, Jumat (21/11/2025).
Pemerintah terus melakukan percepatan agar seluruh wilayah Kutim bebas dari hambatan konektivitas.
Ia menjelaskan bahwa ketika seluruh kantor desa sudah memiliki jaringan yang stabil, masyarakat tidak perlu lagi pergi ke Sangatta hanya untuk mengurus layanan tertentu.
BACA JUGA : Antisipasi Musim Hujan 2025–2026, BPBD Kutim Imbau Seluruh Kecamatan Waspada
"Semua kebutuhan administrasi dapat dipenuhi langsung di desa masing-masing, sehingga waktu dan biaya masyarakat dapat lebih dihemat," tambahnya.
Langkah digitalisasi di tingkat desa ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan Smart City di Kutim bukan hanya tentang menunjang teknologi modern, tetapi tentang memastikan manfaat teknologi dapat dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
"Pemerataan akses, adalah kunci dari transformasi digital yang inklusif dan berkeadilan," tutupnya.(ADV)

Desa Terkoneksi, Pelayanan Publik Kian Dekat: Kutim Percepat Akses Internet untuk Wujudkan Smart City