Dalih PT NSP Datangkan 33 Pekerja Dari Pulau Jawa

share on:
Pihak Pupuk Kaltim dan NSP memenuhi undangan RDP Komisi I DPRD Bontang, Rabu (24/6) siang. 

UPDATEINDONESIA.COM- PT NSP selaku pihak yang dianggap paling bertanggung jawab terhadap 33 tenaga skill asal Pulau Jawa membantah jika seluruh pekerja tersebut khusus direkrut untuk proyek Turn Arround (TA) di Pupuk Kaltim, Bontang.

Melainkan, pekerja tersebut merupakan karyawan permanen PT NSP yang memiliki keahlian serta pengalaman untuk melakukan penggantian alat baru di Unit Exchanger Switch Boiler Kaltim 1A.

“Pekerjaan ini sangat rumit dan sulit karena fabrikasi dari Jerman dan Italia sehingga diperlukan tenaga ahli yang betul-betul mahir di bidang welding section dan mechanical,” tutur Site Manager PT NSP Agoeng Sjoekron Noegroho, didampingi Manajer Humas PT Pupuk Kaltim Wahyudi dan dokter perusahaan Zukhrida Ari Fitriani saat RDP bersama Komisi I DPRD Bontang, Rabu (24/6) siang.

Kemudian dari segi perizinan, PT NSP juga tidak serta-merta ditunjuk oleh user, dalam hal ini PT Pupuk Kaltim. Melainkan pekerjaan dimenangkan melalui proses tender terbuka, seperti yang diutarakan sebelumnya oleh Manager Humas PT Pupuk Kaltim, Wahyudi.

“Kami mengerjakan proyek ini bekerja sama dengan kontraktor lokal,” tegas Agoeng.

 

BACA JUGA

Update Covid-19 Bontang 18 Juni, Dua Pekerja Asal Pulau Jawa Dikabarkan Positif Terinfeksi Virus Corona

Pekerja TA Pupuk Kaltim Membawa Wabah

PKT Akan Pulangkan Pekerja TA Yang Terinfeksi Virus Corona

 

Ia membenarkan, jika dua pasien Covid-19 di Bontang, yakni BTG 14 dan BTG 15 bagian dari 33 karyawan PT NSP. Keduanya didatangkan dari Sidoarjo, Jawa Timur. “BTG 14 merupakan tenaga ahli di bidang welding section, sedangkan BTG 15 adalah staf ahli PT NSP,” bebernya.

Agoeng pun mengaku tidak menyangka keduanya terpapar Virus Corona. Pasalnya, sebelum berangkat ke Bontang, hasil tes swab keduanya dari RS PHC Pelindo, Surabaya, dinyatakan negatif. Ia menduga keduanya terpapar selama di perjalanan, seperti yang sebelumnya diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Bontang, dokter Bahauddin.

“Kemungkinan dia tertular di perjalanan dari daerah asal menuju Bontang,” ucap Agoeng. Selain dari Sidoarjo, 33 tenaga ahli PT NSP ini berasal dari Surabaya, Kediri, Malang, dan Probolinggo.

Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahauddin menambahkan, pihak telah melakukan tes swab terhadap 128 orang yang kontak erat dengan pasien BTG 14 dan BTG 15.

“Hasilnya, semuanya dinyatakan negatif Covid-19. Begitupun dengan hasil tes swab terhadap 56 orang yang kontak erat dengan kasus BTG 16, juga negatif,” tambah Bahauddin.

Menurut catatan Dinas Ketenagakerjaan Bontang, proyek TA Kaltim 1A di PT Pupuk Kaltim menyerap sekitar 540 tenaga kerja. Dari total jumlah tersebut, 507 diantaranya adalah tenaga kerja lokal. Sedangkan 33 sisanya adalah tenaga ahli dari Pulau Jawa.

Terlepas dari persoalan tersebut, Komisi I DPRD Bontang mengharapkan agar kedepannya Pupuk Kaltim melakukan training khusus supaya ketika terjadi problem solving di unit tertentu tidak lagi mendatangkan tenaga ahli dari luar daerah.

“Supaya kejadian seperti ini tidak terulang maka harus ada tenaga kerja lokal, khususnya karyawan Pupuk Kaltim yang beri pelatihan khusus untuk mengatasi alat-alat sejenis itu sehingga kedepannya, tidak lagi mendatangkan tenaga ahli dari luar,” harap Abdul Maming. (*)


share on: