Chef Hilman dan Chef Toni Berbagi Tips Kuliner Di Bontang

share on:
Chef Hilman demo masak pada pelatihan kuliner di Rumah Boga KMBU Bontang

UPDATE.BONTANG - Pelatihan Kuliner yang diadakan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Bontang telah berakhir. Penutupan dilaksanakan di Tantina Swimming Pool Jalan Bulutangkis, Senin (2/12) siang. 

Sejak pembukaan pada Kamis 28 November 2019, sebanyak 49 peserta dari berbagai kalangan telah dibekali tips membanguan bisnis kuliner dari chef Muhammad Hilman dan Toni Iswanto Trinanda, dibantu dua mantan koki KMBU, Katman dan Yon Maryono di Rumah Boga KMBU.

“Roadshow pada hari terakhir ini untuk memberikan wawasan kewirausahaan kepada peserta," kata Ketua Rujab, Muhammad Dahnial selaku penggagas kegiatan ini bersama BBEC.

Chef Hilman dan Chef Toni bersma peserta pelatihan kuliner di Tantina Swimming Pool

Sementara itu, Toni Iswanto didampingi Chef Hilman menilai atensi peserta dalam pelatihan ini sangat bagus. Terbukti ketika pertanyaan-pertanyaan dari peserta sejak awal pelatihan mencerminkan calon pengusaha kuliner handal.

"Itu sebuah kebanggaan karena sudah saatnya Bontang memiliki pengusaha kuliner yang punya landasan baik," tegasnya.

Apalagi kata dia, perkembangan kuliner di Bontang tumbuh pesat. Hanya saja tidak dibarengi dengan konsep yang matang. Sehingga diperlukan kiat khusus jika ingin membangun bisnis kuliner jika tidak ingin tertinggal dengan daerah lain.

Kiat pertama yang harus dipatuhi para pengusaha kuliner kata dia, yaitu bagaimana membangun usaha kuliner yang baik dan kekinian. Kemudian tentang tuntutan konsumen dan soal Hygiene dan Sanitasi pada makanan. Ketiga ketentuan tersebut wajib terpenuhi jika ingin membangun bisnis kuliner.

“Perkembangan kuliner di Bontang tumbuh pesat dan menjanjikan. Itu bagus dari segi variasi makanan, tetapi terkadang mereka lupa bahwa bisnis kuliner adalah usaha jasa,” jelasnya. 

Menurutnya, hal paling penting diperhatikan dalam membangun bisnis jasa adalah memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, disamping memperhatikan kualitas produk atau bahan baku.

Kemudian ada demo masak pada hari ketiga dan keempat. Tujuannya untuk memberikan wawasan kepada peserta supaya memilih menu yang sedang trend. 

Kriteria bahan baku makanan dan minuman yang didemokan pun sangat praktis, yakni mudah diperoleh, tidak mahal, dan cara pengolahan serta penyajian yang simpel.

"Saya berharap peserta mampu membangun usaha kuliner berbasis kekinian, higiene, sanitasi bagus, dan bisa berpikir tentang cara menyenangkan konsumen," sambungnya.

Salah satu peserta, Ade Erfa merasa bersyukur dan bangga bisa terpilih menjadi bagian dalam pelatihan ini. Menurutnya, semasa mengikuti pelatihan, dirinya banyak mendapat ilmu dan wawasan baru dari instruktur. 

“Pelatihan ini amat menginspirasi untuk menambah menu-menu yang kekinian atau yang lagi booming. Konsep ini bagus untuk memajukan usaha saya di bidang kuliner,” tandas pemilik lapak Telur Gulung 99 ini. (Rus)


share on: