Bontang Hanya Terima Rp2,7 Miliar Dividen Dari Bank kaltimtara, Nursalam Pertanyakan Manfaat Penyertaan Modal

share on:
Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Nursalam

UPDATEINDONESIA.COM- Anggota Komisi II DPRD  Bontang, Nursalam sebut, jika penyertaan modal ke bank konvensional jauh lebih menguntungkan ketimbang melakukan penyertaan modal ke Bank kaltimtara. 

 

Sebab dari Rp 63 miliar dana penyertaan modal yang sudah diberikan kepada Bank Kaltimtara, Bontang hanya menerima dividen senilai Rp2,7 miliar per tahunnya.

 

Ia pun mempertanyakan asas manfaat dilakukannya penyertaan modal kepada Bank Kaltimtara.

 

“Selama ini hanya sebatas menggugurkan kewajiban untuk menyetor dividen. Apa yang dibangun dari dana Rp2,7 miliar itu. Berikan gambaran  kepada saya, apa asas manfaatnya, tidak adakan. Penyertaan modal itu harusnya berdampaknya kepada fiskal kita (Bontang),” ujar Nursalam saat jalannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD bersama Pemkot dan Bank Kaltimtara. Senin (18/10/2021).

 

Kata Nursalam, saat ini Kota Bontang berada pada urutan ke 14 sebagai pemilik modal di Bank Kaltimtara. Ia pun mempertanyakan, dengan kembali disuntikkannya dana sebesar Rp75 miliar ke bank daerah itu, apakah peringkat Bontang bisa naik peringkat. Dan bagaimana jika daerah lain juga melakukan penyertaan modal lebih besar dari Bontang.

 

Pihaknya pun berencana melakukan studi banding ke salah satu daerah di Sulawesi yang berada pada posisi yang sama dengan Bontang. 

 

“Kalau daerah Pangkep kan sama urutan 14 juga soal penyertaan modal. Kami akan melihat kesana berapa dividen yang didapatkan. Kalau lebih besar dari Bontang, mending uang Bontang untuk modal di bank disana saja,” sebutnya.

 

Diungkapnya, apabila penyertaan modal diberikan kepada bank konvensional lain, Nursalam yakin, dividen yang didapatkan Bontang akan jauh lebih besar. Karena di bank lain, dihitung sistem pemilik modal bukan berdasarkan urutan atau peringkat.

 

Tujuan dari penyertaan modal jelas sebagai salah satu cara daerah untuk bisa menjadi wilayah yang mandiri. Sementara, sejauh ini belum ada kejelasan  soal azas manfaatnya. 

 

“Kalau bank lain jauh lebih besar dapatnya. Dipilihnya Bank Kaltimtara sebagai wadah penyertaan modal karena milik pemerintah, tapi ya jangan juga keterlaluan begini,” ujarnya.

 

Sementara, Pimpinan Bidang Perkreditan Bank Kaltimtara, Heriyanto saat dikonfirmasi usai rapat enggan berkomentar, dengan berdalih jika hal tersebut bukan menjadi wewenangnya.

 

“Kalau soal itu bukan kewewenangan saya,” tutupnya sambil bergegas pergi. (Adv)