1,693 Miliar Zakat Karyawan Pupuk Kaltim Mengalir Kepada warga Terdampak Pandemi Covid-19

share on:
Ilustrasi penyaluran zakat

UPDATEINDONESIA.COM- Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PT Pupuk Kaltim (PKT) salurkan paket sembako kepada warga terdampak virus corona. Kepala UPZ Pupuk Kaltim Nursahid menuturkan, nilai keseluruhan bantuan paket sembako yang disalurkan dari periode April, Mei, hingga Juni 2020 mencapai Rp1,693 miliar.

 

"Dana zakat dihimpun dari karyawan Pupuk Kaltim," ujar Nur Sahid, di Bontang beberapa waktu lalu.

 

Rincian paket sembako yang disalurkan berisi 10 kilogram beras, 10 bungkus mie instan, 2 liter minyak goreng, 1 kilogram tepung, sirup, kopi, teh, gula, makanan ringan. Jika dirupiahkan tiap paket sembako setara dengan Rp300 ribu lebih. “Rp200 ribu sisanya disalurkan dalam bentuk tunai,” tutur Nur Sahid.

 

Nur Sahid mengungkapkan total warga tercover bantuan dikawasan perusahaan Pupuk Kaltim yaitu sebanyak 1.129 KK. Penerima bantuan berdasarkan data dari Pemkot Bontang. Terdiri dari 660 KK di Kelurahan Loktuan, 112 KK di Kelurahan Guntung dan 357 KK di kawasan Sidrap.

 

BACA JUGA

4 Lembaga Zakat Tiap Bulan Salurkan Bantuan Kepada 2079 KK Terdampak Covid-19

 

“ini bentuk dukungan UPZ Pupuk Kaltim terhadap program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Pemkot Bontang bagi warga terdampak Covid-19 dan kurang mampu, sehingga bisa memenuhi kebutuhan Ramadan di tengah kondisi pandemi,” ujar Nur Sahid.

 

Diketahui, sebanyak 2.079 KK terdampak pandemi Covid-19 di Bontang dipastikan tercover bantuan dari empat lembaga zakat. Meliputi Baznas Bontang (600 KK), UPZ Pupuk Kaltim (1.129 KK), UPZ Yaumil (300 KK), dan BMH Hidayatullah (50 KK).

 

 

 

Bantuan dari 4 lembaga zakat ini mendapat diapresiasi oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Menurut Neni, bantuan tersebut membantu warga yang belum tercover bantuan dari Pemkot Bontang maupun pusat.

 

Namun demikian, ia berjanji akan mengevaluasi data penerima bantuan untuk dua bulan kedepan untuk menghindari data ganda. "Baiknya perusahaan berkoordinasi dengan pemerintah sebelum menyalurkan bantuan kepada warga supaya merata dan tidak tumpang tindih," harap Neni. (*/sena)

 

 


share on: